..:: -.4lexandr3.- ::..

Keep Fighting Spirit Beside You!

  • tanggal….

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    • 45,915
  • Google Translator

  • Cluster Maps

  • Flag Counter

    free counters
  • Seberapa Pintar BlogKu

  • Kategori

  • Copy Scape

    Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • Bagaimana Blog Saya?????

  • I am the emperor

    You are The Emperor

    Stability, power, protection, realization; a great person.

    The Emperor is the great authority figure of the Tarot, so it represents fathers, father-figures and employers. There is a lot of aggression and violence too.

    The Emperor naturally follows the Empress. Like an infant, he is filled with enthuiasm, energy, aggression. He is direct, guileless and all too often irresistible. Unfortunately, like a baby he can also be a tyrant. Impatient, demanding, controlling. In the best of circumstances, he signifies the leader that everyone wants to follow, sitting on a throne that indicates the solid foundation of an Empire he created, loves and rules with intelligence and enthusiasm. But that throne can also be a trap, a responsibility that has the Emperor feeling restless, bored and discontent.

    What Tarot Card are You?
    Take the Test to Find Out.

Keunikan Makanan Khas Indonesia

Posted by 4lexandr3 pada 12 November 2008

Indonesia memiliki banyak variasi bahan makanan, teknik pengolahan, dan bumbu. Bagi juru masak, mengolah menu Nusantara merupakan tantangan.

Gerusan modernisasi sedikit banyak menggeser pola makan kita. Ditambah serbuan makanan cepat saji yang bisa kapan saja dan mudah dinikmati. Perlahan tapi pasti, tren pola makan masyarakat telah kembali ke santapan tempo dulu.

Sous Chef Hotel Novotel Semarang Aris Untung Wibowo mengungkapkan, di Kota Semarang, tren pola makan telah berubah. Kini, masyarakat lebih memilih menikmati makanan Nusantara. Pergeseran ini dipengaruhi maraknya restoran yang menghadirkan makanan khas Indonesia. Bukan hanya restoran yang mengusung makanan khas Indonesia, sejumlah hotel pun tidak mau kalah. Di dalam daftar menu, kerap terselip menu khas Tanah Air.

“Suatu tantangan tersendiri memasak makanan Indonesia dibandingkan makanan internasional. Sebab, memasaknya membutuhkan lebih banyak bumbu serta kesabaran,” kata Aris.

Sebagai contoh, menu soto. Lupa memasukkan salah satu bumbu saja, rasanya pasti berbeda. Sebaliknya, jika terlalu “bereksperimen” dengan cara menambahkan bumbu, rasa yang tersaji juga akan berbeda.

Selain tepat menangkar bumbu, kesabaran saat memasak pun harus terlatih. Beberapa menu memang membutuhkan waktu cukup lama untuk mengolahnya. Aris mencontohkan menu opor ayam. Ada beberapa tahapan yang mesti dilalui dan dilakukan secara perlahan untuk menghasilkan opor ayam yang lezat. “Step by step cara pembuatan harus dilakukan dan tidak bisa dilewati. Proses ini juga sekaligus melatih kesabaran. Saat ingin mengentalkan opor, kita harus sabar karena mengaduk-aduknya mesti dilakukan perlahan- lahan. Tidak bisa asal mengaduk saja,” tutur Aris.

Setelah selesai dimasak, sensasi rasa makanan Indonesia sangat bervariasi. Lidah akan mengecap rasa gurih dari santan kelapa ataupedas merica. Masih ada sentuhan rasa manis dari campuran gula pasir maupun gula jawa. Perpaduan rasa ini dijamin mengundang rasa penasaran untuk bersantap.

Keistimewaan lain makanan Indonesia adalah cara penyajian makanan yang unik. “Keunikan cara penyajian menjadi daya tarik untuk memikat konsumen,” sebut Operational Manager Restoran Sambara Bobby Siswara. Sambara menyajikan beragam makanan asal tanah Pasundan, baik yang masih eksis maupun yang mulai jarang di tengah masyarakat.

Cara penyajian yang unik terlihat pada menu nasi songsong atau nasi claypot. Bahan pembuat, seperti beras atau beras ketan, dicampur dengan bumbu-bumbu lain ditambah oncom. Setelah semua tercampur, dimasukkan ke dalam bambu, lalu dibakar hingga matang.

Keragaman dan keunikan makanan khas Indonesia dianggap tantangan oleh para juru masak. Chef Hotel Horison Semarang Andri Juni Arifin menyebutkan, bahan-bahan yang digunakan untuk memasak makanan Indonesia terkadang sulit ditemukan lagi di pasaran. “Sebagai contoh, untuk membuat ganjel rel, kita harus menggunakan tepung gaplek. Bahan ini agak susah didapatkan,” ujar Andri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s