..:: -.4lexandr3.- ::..

Keep Fighting Spirit Beside You!

  • tanggal….

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    • 45,919
  • Google Translator

  • Cluster Maps

  • Flag Counter

    free counters
  • Seberapa Pintar BlogKu

  • Kategori

  • Copy Scape

    Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • Bagaimana Blog Saya?????

  • I am the emperor

    You are The Emperor

    Stability, power, protection, realization; a great person.

    The Emperor is the great authority figure of the Tarot, so it represents fathers, father-figures and employers. There is a lot of aggression and violence too.

    The Emperor naturally follows the Empress. Like an infant, he is filled with enthuiasm, energy, aggression. He is direct, guileless and all too often irresistible. Unfortunately, like a baby he can also be a tyrant. Impatient, demanding, controlling. In the best of circumstances, he signifies the leader that everyone wants to follow, sitting on a throne that indicates the solid foundation of an Empire he created, loves and rules with intelligence and enthusiasm. But that throne can also be a trap, a responsibility that has the Emperor feeling restless, bored and discontent.

    What Tarot Card are You?
    Take the Test to Find Out.

Perubahan Cuaca Dapat Picu Mimisan

Posted by 4lexandr3 pada 15 November 2008

mimisan

Masa pertumbuhan, anak sering sekali mengalami mimisan (epistaxis). Penyebabnya, ada kelainan pembuluh darah. Tapi, perubahan cuaca yang tidak menentu juga menjadi pemicu mimisan.

Ari, 9, selalu mengenakan topi saat panas menyengat. Ternyata, Ari punya alasan tertentu mengapa dia selalu menggunakan topi. Karena, dia selalu mimisan jika kepalanya tidak dilindungi. Terik matahari selalu menjadi hambatan Ari untuk bermain bersama teman di lapangan. Ina yang berusia 10 tahun juga mengalami hal yang sama dengan Ari.

Mimisan yang kerap dialami oleh anak, tentu saja mengkhawatirkan orangtua. Namun, mimisan yang dialami Ina dan Ari tidaklah berbahaya. Jika tidak diikuti komplikasi penyakit lainnya.

Untuk menyembuhkan mimisan (epistaxis), umumnya pengobatan dilakukan dengan cara bagian hidung yang berdarah dibakar (dikostik) dengan alat khusus. Tujuannya agar darah tidak terus-menerus keluar. Hidung kemudian dibersihkan dan mimisan akan berhenti.

Menurut Dr Rully Siagian SpA(K) dari RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), mimisan adalah pendarahan dari hidung. Jika tidak ada penyakit lain, mimisan biasanya hanya merupakan kelainan pada pembuluh darah di hidung dan penyebabnya bervariasi.

Secara umum, mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, namanya pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah jika ada infeksi di daerah hidung. Akibat infeksi tersebut, pendarahan akan melebar dan kalau tersenggol akan mudah pecah.

“Salah satu faktor penyebab mimisan adalah keturunan dan perubahan cuaca. Prinsipnya sama dengan infeksi, cuaca dingin atau hujan menyebabkan hidung anak mengalami flu serta pembuluh darah di hidung melebar dan tipis. Ketika anak menggosok hidungnya, pembuluh darah ini gampang sekali pecah,” papar Rully.

Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tidak perlu panik. Selama anak terlihat sehat dan aktif dan tidak ada demam, orangtua tidak perlu khawatir. “Biasanya mimisan terjadi pada anak usia mulai 4 sampai 10 tahun. Mimisan terjadi pada anak karena selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan sensitif, sehingga saat ada faktor pencetus seperti udara dingin, panas yang terik atau trauma ringan, darah pun langsung mengucur keluar,” sebut Rully.

Gangguan mimisan umumnya berkurang sesuai dengan pertambahan usia. Semakin tambah usia, pembuluh darah dan selaput lendir di hidung sudah semakin kuat, hingga tidak mudah berdarah.

Kendati begitu, orangtua tetap waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering setiap 1-2 hari karena indikasi kemungkinan si kecil mengidap penyakit berbahaya. Penyakit seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah, leukemia, talasemia berat, atau hemofilia.

“Umumnya, gejala penyakit tersebut adalah mimisan. Kadar trombosit yang rendah bisa pula menyebabkan pendarahan di hidung. Anak hemofilia bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi faktor pembekuan darah yang rendah sering mengalami pendarahan,” sebut Rully.

Berbeda dari mimisan normal yang umumnya bersumber pada bagian anterior (bagian depan rongga hidung), maka mimisan yang disertai penyakit berbahaya bersumber dari bagian dalam hidung (posterior). Tidak heran, darah yang keluar banyak dan sulit dihentikan.

Sementara itu, menurut Dr dr H Hendar Wijanarko SpA(K) dari Klinik Anak Medika, bahaya atau tidaknya mimisan sangat tergantung dari penyebabnya. Mimisan karena demam berdarah sangat berbahaya, itu pertanda stadium berat. Jika mimisan karena infeksi di daerah hidung, misalnya sinusitis, maka tidak berbahaya.

Pada keadaan yang kronis misalnya mimisan yang terlalu sering dan darah yang keluar banyak, maka bisa menyebabkan anemia. Anemia jika berlangsung lama dan berat akan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah berat dan jantung akan membengkak.

Dilihat asal-usulnya, pendarahan dari hidung ini ada beberapa macam. Ada pendarahan di daerah hidung yang disebut pleksus kieselbach, semacam jaringan anyaman pembuluh darah. Pada anak, jaringan ini mudah berdarah. Hidung terasa gatal, dikorek-korek, lalu berdarah.

Biasanya pula, mimisan terjadi karena ada infeksi, terutama di daerah hidung, misalnya infeksi sinus yang mengakibatkan pembuluh darah melebar. Untuk meyakinkan biasanya dilakukan foto sinus. Umumnya, darah akan keluar dari hidung tapi hati-hati juga jika darah tertelan ke tenggorokan. “Karena tidak keluar lewat hidung, pendarahan ini baru ketahuan ketika anak muntah. Kejadian ini sering kali disangka muntah darah,” kata Hendar.

Selain itu, mimisan juga bisa terjadi karena alergi yang biasa terjadi pada anak usia 4 tahun. Biasanya disertai pilek kental, batuk berdahak, dan napas berbau. Ada juga mimisan yang berkaitan dengan gender meski sangat jarang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s