..:: -.4lexandr3.- ::..

Keep Fighting Spirit Beside You!

  • tanggal….

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    • 45,915
  • Google Translator

  • Cluster Maps

  • Flag Counter

    free counters
  • Seberapa Pintar BlogKu

  • Kategori

  • Copy Scape

    Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • Bagaimana Blog Saya?????

  • I am the emperor

    You are The Emperor

    Stability, power, protection, realization; a great person.

    The Emperor is the great authority figure of the Tarot, so it represents fathers, father-figures and employers. There is a lot of aggression and violence too.

    The Emperor naturally follows the Empress. Like an infant, he is filled with enthuiasm, energy, aggression. He is direct, guileless and all too often irresistible. Unfortunately, like a baby he can also be a tyrant. Impatient, demanding, controlling. In the best of circumstances, he signifies the leader that everyone wants to follow, sitting on a throne that indicates the solid foundation of an Empire he created, loves and rules with intelligence and enthusiasm. But that throne can also be a trap, a responsibility that has the Emperor feeling restless, bored and discontent.

    What Tarot Card are You?
    Take the Test to Find Out.

Waspada Demam Berdarah di Musim Hujan

Posted by 4lexandr3 pada 15 November 2008

Waspada Demam Berdarah

Walau gaungnya terkalahkan oleh penyakit-penyakit baru yang bermunculan, demam berdarah tetap harus diwaspadai. Terutama di musim penghujan seperti saat ini.

Dulu, demam berdarah identik dengan musim penghujan. Seiring perubahan lingkungan dan siklus atau daur hidup nyamuk itu sendiri, penyakit mematikan ini dapat menyerang setiap saat tanpa mengenal musim. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan di musim penghujan karena banyak terdapat genangan air yang bisa menjadi sarang si nyamuk belang aedes aegypti sebagai biang penyebar demam berdarah dengue (DBD).

Hidup bersih dengan tidak membiarkan satu pun jentik nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar merupakan upaya pencegahan terbaik. Kolumnis kesehatan, dr Handrawan Nadesul mengungkapkan, pada dasarnya kasus DBD dapat ditanggulangi asalkan tidak terlambat mendapat pertolongan medis. “Hanya sebagian kecil kasus DBD yang tergolong parah atau dengue shock syndrome,” ujarnya.

Agar tidak terlambat, masyarakat perlu diajari mengenali DBD dan gejalanya lebih dini, seperti demam, kebocoran pembuluh darah, perdarahan, dan pembesaran hati. Demikian halnya dengan penatalaksanaan yang tepat, sehingga orangtua (terutama para ibu) tidak panik jika anaknya terkena demam.

Gejala demam bisa terjadi secara mendadak dan berlangsung selama 2-7 hari. Demam pada penderita DBD sering disebut demam pelana kuda. Pasalnya, suhu tubuh penderita cenderung turun-naik (3 hari panas, hari ke-4 turun, dan naik lagi pada hari ke-5).

“Perubahan suhu ini sering kali mengecoh para ibu. Saat suhu tubuh anak yang tadinya tinggi lalu menurun, si ibu mengira anaknya sudah sembuh. Padahal bisa jadi anak mengalami syok,” kata dokter spesialis anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUIRSCM, dr Hindra Irawan Satari SpA(K) M Trop Med.

Fase infeksi dengue terbagi tiga, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Pada fase demam, ibu bisa melakukan beberapa terapi demam seperti pemberian obat penurun panas, kompres hangat dan terapi suportif melalui pemberian oralit, larutan gula-garam, jus buah, dan susu.

“Pastikan anak mendapat asupan cairan dengan cara minum. Jika anak bisa buang air kecil setiap 4-6 jam, itu bisa jadi indikator bahwa cairannya sudah cukup. Selain itu, ukur suhu tubuhnya setiap 4-6 jam,” ungkapnya.

Dari ketiga fase tersebut, yang paling krusial adalah penanganan pada fase kritis. Fase ini biasanya terjadi pada hari ke-4 dan ke-5 perjalanan penyakit dan berlangsung 24-48 jam. Obat antidemam umumnya tidak lagi diberikan pada fase ini. Tata laksana yang umum dilakukan adalah dengan mencatat tanda vital serta asupan dan keluaran cairan; memberikan oksigen pada kasus yang disertai syok; menghentikan perdarahan (kecuali kalau hanya mimisan tidak masalah); serta menghindari tindakan yang tidak perlu (misalkan pemberian obat atau zat-zat yang bisa menimbulkan traumatik).

“Pada fase kritis umumnya penderita tidak bisa makan dan minum karena tidak nafsu makan atau muntah-muntah. Jadi harus benar-benar dirawat,” tutur Hindra. Dia menambahkan, jika penderita tidak dapat makan dan minum melalui mulut (apalagi terjadi syok), maka dokter biasanya akan mengindikasikan pemberian cairan infus.

Menjaga tubuh dari dehidrasi juga penting dilakukan agar demam tidak berkembang menjadi syok. Adapun pertanda dehidrasi berupa kulit, bibir dan lidah menjadi kering; tampak kehausan, sudah lama tidak buang air kecil dan kelenturan kulit menurun (bila kulit dinding perut dicubit tidak bisa membal kembali). Sedangkan tandatanda kalau sudah terancam syok di antaranya nadi cepat namun melemah, berkeringat, dan kulit dingin.

Hal lain yang tidak kalah penting dalam penanganan DBD adalah pemeriksaan darah di laboratorium medis. Ini penting untuk mengetahui terjadinya kebocoran plasma darah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s