..:: -.4lexandr3.- ::..

Keep Fighting Spirit Beside You!

  • tanggal….

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    • 45,927
  • Google Translator

  • Cluster Maps

  • Flag Counter

    free counters
  • Seberapa Pintar BlogKu

  • Kategori

  • Copy Scape

    Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • Bagaimana Blog Saya?????

  • I am the emperor

    You are The Emperor

    Stability, power, protection, realization; a great person.

    The Emperor is the great authority figure of the Tarot, so it represents fathers, father-figures and employers. There is a lot of aggression and violence too.

    The Emperor naturally follows the Empress. Like an infant, he is filled with enthuiasm, energy, aggression. He is direct, guileless and all too often irresistible. Unfortunately, like a baby he can also be a tyrant. Impatient, demanding, controlling. In the best of circumstances, he signifies the leader that everyone wants to follow, sitting on a throne that indicates the solid foundation of an Empire he created, loves and rules with intelligence and enthusiasm. But that throne can also be a trap, a responsibility that has the Emperor feeling restless, bored and discontent.

    What Tarot Card are You?
    Take the Test to Find Out.

Hipospadia…

Posted by 4lexandr3 pada 22 November 2008

<!––><!––>Hipospadia

Tingkat kelahiran di Indonesia meningkat per tahun. Namun, banyak bayi laki-laki dilahirkan dalam kondisi tidak sempurna, yakni letak lubang kencing yang bukan di ujung alat kelaminnya (hipospadia).

Kepala Divisi Bedah Plastik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Chaula L Sukasah, SpB (K) mengatakan, hipospadia adalah salah satu penyakit cacat bawaan sejak lahir. “Hipospadia adalah kelainan yang terjadi pada alat kelamin laki-laki. Artinya, lubang kencing tidak terletak di ujung penis, namun terletak di sisi depan dan lebih dekat dengan anus,” jelas dokter bedah wanita pertama di Indonesia.

Istilah hipospadia berasal dari bahasa Yunani, yaitu hypo (below) dan spaden (opening). Hipospadia merupakan cacat bawaan berupa muara uretra yang letaknya tidak di ujung penis akibat kegagalan dalam proses pembentukannya. Terdapat beberapa variasi lokasi hipospadia yang menunjukkan waktu terjadinya gangguan pembentukan.

“Saat ini, kejadian hipospadia terus meningkat. Hipospadia sekiranya muncul pada 1 di antara 300 kelahiran bayi laki-laki. Dan di Amerika Serikat angka kejadiannya sekitar 3?8 di antara 1000 kelahiran bayi laki-lakidan angkanya meningkat 2 kali lipat dari tahun 1970 hingga tahun 1993,” paparnya.

Terjadinya hipospadia sangat berkaitan dengan proses embriologi sistem urogenital. Perkembangan genitalia eksterna laki-laki berada di bawah pengaruh hormon androgen yang disekresi oleh testis janin. Apabila terjadi kegagalan proses embriologi sistem urogenital dapat menyebabkan terjadinya hipospadia.

Pada minggu ke-6 terbentuk tonjolan antara tali pusar dan ekor dari embrio yang disebut sebagai tonjolan genital. Normalnya, pada minggu ke-7 tonjolan genital memanjang membentuk phallus dan pada bagian ujungnya akan membentuk glans penis.

Namun, bila terjadi agnesis atau disgenesis dari mesoderm, maka tonjolan genital tidak terbentuk sehingga penis juga tidak terbentuk.

“Pada beberapa kasus, banyak terjadi kekeliruan mengenai masalah penyakit hipospadia. Ada orangtua yang menyangka si anak yang dilahirkannya adalah perempuan. Hal itu terjadi karena mereka tidak mengenal apa itu hipospadia,” jelas Chaula saat menjadi pembicara temu media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia juga menambahkan, orangtua yang tidak tahu anaknya mengalami hipospadia, maka sampai anak itu besar, ibunya masih menyangka jenis kelaminnya adalah perempuan padahal anaknya adalah lelaki. Hal tersebut bisa menimbulkan masalah kejiwaan pada si anak.

“Penderita hipospadia mempunyai penis dengan bentuk tampak melengkung ke arah bawah, akibat tahanan chordee (jaringan fibrous yang diperoleh di ventral penis) yang lebih jelas terlihat pada saat ereksi,” tandas dokter yang baru dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam Ilmu Bedah Plastik di FKUI.

Chordee, jelas Chaula, terbentuk dari corpus spongiosum, tunika dartos dan fascia Buck’s yang gagal bersatu digaris tengah,membentuk jaringan ikat yang tidak elastis. Chordee terdapat di antara meatus yang terletak abnormal ke glans penis. Glans penis berbentuk datar dengan lekukan dangkal pada permukaan ventralnya.

Prepusium pada bagian ventral tidak bertemu, sehingga memberikan kesan berlebih pada bagian dorsal. Hipospadia sendiri sering disertai berbagai kelainan bawaan seperti mikropenis, testis retraktil, kriptorkismus (undescended testis), atau kelainan- kelainan traktus urinarius lainnya.

Pada pasien hipospadia yang disertai dengan kelainan mikropenis dan ambigus, diperlukan kerja sama dengan bagian endrokinologi anak.

“Ada bentuk hipospadia yang lebih berat terjadi jika lubang uretra terdapat di tengah batang penis atau pada pangkal penis, dan kadang pada skrotum (kantung zakar) atau di bawah skrotum. Kelainan itu sering kali berhubungan dengan kordi, yaitu suatu jaringan fibrosa yang kencang, yang menyebabkan penis melengkung ke bawah pada saat ereksi,” ujar staf pengajar Program Studi Ilmu Bedah Plastik FKUI.

Dokter bedah plastik kelahiran Jakarta, 8 Desember 1949, ini menuturkan bahwa telah banyak dilakukan penelitian untuk mengetahui etiologi hipospadia. Saat ini telah diketahui bahwa etiologi hipospadia terdiri atas faktor herediter, genetik, endokrin, dan lingkungan. Pengaruh faktor herediter diduga karena ditemukan beberapa pasien hipospadia yang berasal dari satu keluarga.

Dilaporkan, jika seorang laki-laki menderita hipospadia, risiko 1 (satu) anak lakilaki menderita hipospadia adalah 8%, sedangkan risiko saudara kandungnya 12%. Selain itu, risiko laki-laki generasi selanjutnya menderita hipospadia meningkat hingga 12% jika terdapat dua lakilaki dari satu keluarga menderita hipospadia.

“Sebaiknya kasus hipospadia ini disebarluaskan di masyarakat, agar masyarakat tahu bagaimana pentingnya kesehatan yang juga mempengaruhi kejiwaan si penderita,” jelas Dokter Bagian Bedah dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU), Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, dr Chandra Svaras SpB.

Satu Tanggapan to “Hipospadia…”

  1. nice artikel…
    thanks ya atas infonya…
    sangat bermanfaat…
    saya nantikan yang selanjutnya ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s